Pengintegrasian Variabel Lahan dalam Skema Food Estate

Authors

  • Dwi Wulan Pujiriyani Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
  • Sugiasih Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
  • Kusmiarto Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
  • Sutaryono Kementerian ATR/BPN

Keywords:

intensifikasi pertanian, kebijakan agraria, lumbung pangan, reforma agraria

Abstract

Food estate melalui skema ekstensifikasi menghadirkan banyak problem pada implementasinya. Ekspansi lahan untuk pangan tidak menyelesaikan problem mendasar dari penguasaan dan kepemilikan lahan yang menjadi akar utama dari masalah ketimpangan struktur agraria. Oleh karenanya perlu dipertimbangkan untuk meninjau ulang skema ini dan menggantikannya dengan skema intensifikasi. Melalui model intensifikasi, sudah seharusnya food estate mengintegrasikan variabel lahan sebagai pertimbangan. Hal ini penting karena, kepemilikan tanah sangat berpengaruh pada produktivitas pertanian. Sebagai jawaban terhadap kritik program food estate yang cenderung bertumpu pada ‘teknikalisasi permasalahan’, lahan harus diletakan sebagai faktor utama yang melandasi pengembangan program-program ketahanan pangan. Hal ini penting untuk menempatkan produksi pangan kembali pada hulu persoalan ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah serta kerentanan petani sebagai subjek yang menjadi pemegang kendali dari tata kola lahan pertanian. Dalam hal inilah, food estate seharusnya ditempatkan sebagai hilir pasca reforma agraria. Artinya kedaulatan petani atas lahan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum mendorong kepada pengembangan pertanian berbasis mekanisasi sebagaimana diperkenalkan melalui food estate.

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Pujiriyani, D. W., Sugiasih, Kusmiarto, & Sutaryono. (2026). Pengintegrasian Variabel Lahan dalam Skema Food Estate. Policy Brief: Kebijakan Agraria, Pertanahan Dan Penataan Ruang, 1(1), 38–44. Retrieved from http://policybrief.stpn.ac.id/index.php/pb/article/view/5